Kamis, 05 Februari 2015

Citizen Videojournalism



    First time I heard the phrase "citizen journalism" was around 2009, when I accidentally hit an article written by somebody "ordinary", posted on leading news portal. The article, which reports a night-long Vesak commemoration from enormous Borobudur temple in Magelang city of Center Java

    Pawai Di Luar Jendela

      Thanksgiving Parade in New York 77th Street, Nov. 2014/Photo by: DailyMailUK/AP.

      Untuk yang datang setelah hujan,
      yang membawa kabar gembira dengan cara yang menyedihkan.
      Untuk yang ingin berteriak
      yang berserak parau tapi tak mengeluarkan suara.

      Dentang jam tengah malam beriringan dengan radio
      Peperangan tak kunjung usai
      tapi semua tahu itu hanya keserakahan.
      Karena perdamaian bisa terjadi satu dekade lalu.

      Air yang Diabaikan, Promosi yang Digencarkan

        Air terjun dan sungai Sri Gethuk di Gunungkidul. Foto via jogjapiknik.com

        Menjadi dilematis bagi kota pariwisata seperti Yogyakarta ketika harus menjual daya tariknya sebagai komoditas kunjungan. Di sisi lain, struktur kota kebanyakan di Indonesia terlambat merespon percepatan pembangunan swasta yang menguras sumber daya dasar penunjang kehidupan.
        Tanggal 2 Februari 2015 kemarin Tribun Jogja (harian kelompok Kompas Gramedia) melansir hasil observasi tim khusus dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) yang menyatakan persediaan air tanah wilayah Yogyakarta turun rata-rata 30cm setiap tahun.