Kamis, 05 Februari 2015

Pawai Di Luar Jendela

    Thanksgiving Parade in New York 77th Street, Nov. 2014/Photo by: DailyMailUK/AP.

    Untuk yang datang setelah hujan,
    yang membawa kabar gembira dengan cara yang menyedihkan.
    Untuk yang ingin berteriak
    yang berserak parau tapi tak mengeluarkan suara.

    Dentang jam tengah malam beriringan dengan radio
    Peperangan tak kunjung usai
    tapi semua tahu itu hanya keserakahan.
    Karena perdamaian bisa terjadi satu dekade lalu.


    Surat-surat yang sampai mengabarkan tentang kemenangan
    Gloria pujangga atas kekuatan senjata.
    Mungkin mereka akhirnya tahu kekuatan budaya.
    Yang menggenjet senjata dengan kata-kata.

    Pawai di luar jendela.
    Bendera kecil dikibas-kibaskan,
    Sambut tawa dan air mata.
    Meriuh, mengabundan puluhan hasta.

    Surabaya telah Merdeka.
    Yogyakarta telah merdeka.
    Bayangan kearifan dapat dibaca dari banyak suara.
    Mengguyon jelaga dengan sandiwara.

    Anak-anak membaca,
    Kisah sejarah berbumbu fakta.
    Jenak, jenak merasa merdeka.
    Bergulung mainan sisa perang,
    berebut tanah sisa warisan.

    Abad-abad menanti datang
    Orang-orang pamer cerita.
    Bertukar debat dan berharap rabat.
    Bisa-bisanya manusia merapat,
    pada cerita yang lamat-lamat.

    *

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Bagaimana menurut Anda?